Friday, January 31, 2014

INDONESIA SIAGA BENCANA !!!



Langit kembali sendu dan rintik hujan pun kembali turun bersama udara dingin yang berhembus, merambat pelan membelai kulit gue yang lagi asik duduk menatap hujan dari balik jendela.

            “Ya Allah, kasian banget itu yang pada kebanjiran!”

Ujar nyokap gue lantang, membuyarkan lamunan gue yang lagi mikirin si “separuh hati” yang – telah – pergi lagi ngapain disana. Terkadang hujan emang selalu berhasil bikin rasa rindu yang udah di kubur dalam – dalam tumbuh kembali.

Memulai tahun 2014 sudah hampir  satu bulan hujan terus mengguyur Jakarta dan beberapa daerah di Indonesia, efeknya adalah banjir dimana – mana bahkan sampai ada gempa bumi dan tanah longsor. Hampir di seluruh media baik itu media cetak atau elektronik memasang headline beritanya

“INDONESIA SIAGA BENCANA” .

Friday, January 24, 2014

Tentang Sebuah Mimpi

 “Mau jadi apa kamu kalo udah besar nanti?”
Tiba – tiba nyokap nanya ke gue dan gue yang lagi fokus bunuh – bunuhin orang di game Grand Theft Auto langsung diem menatap layar tv.

“Aku mau jadi mafia mah, aku mau menguasai dunia dan membunuh banyak orang dengan sadis, terus mayatnya aku buang ke laut Ancol biar mirip Si Manis Jembatan Ancol”

Tadinya gue mau ngejawab kaya gitu, tapi untung gue nggak keceplosan ngomong kaya gitu, bisa – bisa nanti nyokap gue langsung putih penglihatannya, jantungnya berdebar, perut mules, kepala pusing dan terdengar suara berbisik di samping gue.

Monday, January 20, 2014

Penyebab Banjir Di Jakarta


“BANJIR!! JAKARTA MULAI TENGGELAM!!”

Begitulah kalimat yang sering terdengar sebulan ini, mulai dari obrolan di sekolah, kampus sampai tempat kerja bahkan sampai obrolan di tukang sayur bersama ibu – ibu komplek tukang gosip.

Jakarta, kota metropolitan yang juga menjadi ibu kota negara Indonesia tenggelam karena banjir. Rumah gue yang di depannya ada sungai pun nggak luput dari banjir, walaupun cuma beberapa jam aja. Berbeda seperti banjir di tahun 2002 dimana rumah gue tenggelam banjir karena waktu itu sungai di depan rumah belum di bikini tanggul sama pemerintah.

Bukan hal yang baru banjir melanda ibukota, sejak zaman Belanda juga Jakarta emang langganan banjir. Seperti biasa, warga selalu menyalahkan pemerintah karena banjir yang kerap melanda ibukota. Gubernur adalah target pertama yang menjadi keluhan warga, beruntungnya beberapa tahun belakangan warga mulai sadar bahwa yang bertanggung jawab atas banjir bukan hanya gubernur tetapi juga seluruh warga bertanggung jawab atas terjadinya banjir.

Friday, January 17, 2014

[Saka Series] Kejutan Dari Papa


Senin adalah hari yang paling nggak di sukain sama sebagian orang-orang di Indonesia, soalnya hari senin pasti jalanan macet, hawa liburan masih nempel di otak dan lain-lain. Entah kenapa jangka waktu dari Senin ke Sabtu dan Minggu itu lama banget tapi dari Minggu ke Senin cuma dalam hitungan 24 jam aja, makanya Senin menjadi hari paling gak di favoritin sama sebagian orang-orang Indonesia.

Di ramainya jalan raya Cililitan oleh kendaraan yang saling kebut-kebutan mengejar waktu, ada sesosok anak SMA dengan rambut acak – acakan mirip rambut Billie Joe vokalis Greenday yang lagi makan bakwan goreng dan sedang berdiri menunggu bus yang bakal dia tumpangi.

Aji Saka Syahreza begitulah namanya, walaupun ada embel- embel nama “Syahreza” di belakang namanya tapi dia nggak ada sangkut pautnya sama Afgan Syahreza, dia bukan kembaraan Afgan dan juga dia nggak tetanggaan sama Afgan, Afgan jago nyanyi dan enak di dengar di telinga tapi kalo Saka jago nyanyi tapi buat pecahin gendang telinga orang yang denger.

Kata Untukmu



Jangan menoleh ke arahku, karena aku tak sanggup melihatmu
Bukan ingin melupakan, tapi aku takut rasa sayang untukmu tumbuh kembali
Ini salah ku menjatuhkanmu ke lubang yang paling terdalam
Lubang terdalam di hatiku

Setangkai mawar yang memenuhi taman indah ini melukis separuh keadaanku
Bukan karena keindahannya
Tapi karena luka akibat tertusuk durinya
Tertusuk di lubang yang paling terdalam
Lubang terdalam di hatiku

Aku Cemburu Padamu Malam



Aku terkadang cemburu dengan malam
Dia selalu membuatmu tenang saat lelah menghias wajah manismu
Aku terkadang cemburu dengan malam
Dia selalu membuatmu nyaman saat aku sedang tak ada di sisimu
Aku terkadang cemburu denganmu malam

Semoga Langit Tak Menangis Lagi


Titik demi titik rintiknya terjatuh dan langit berubah sendu
Dia bercerita tentang kepedihannya
Ketika senyumnya hilang tergores luka
Terbawa udara, jauh menghilang dalam bayang kelam

Aku melihatnya dari balik jendela
Melihat sendunya yang terukir dalam mendung awan senja
Ku coba menghiburnya, tetapi ia tak memperdulikan ku
Ku coba mengembalikan senyumnya
Tetapi kepedihannya sudah membuatnya lupa akan bahagia

Mungkin ia butuh waktu untuk tersadar
Tersadar bahwa bahagia sedang menunggunya di ujung malam
Tersadar bahwa senyumnya belum hilang terbawa kenangan
Semoga ia tersadar
Semoga langit tak menangis lagi
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...