Tuesday, June 5, 2012

Suatu Malam Di Sebuah Waralaba

-->
     Malam ini Erik dan temen-temennya nongkrong seperti biasanya, sekedar kumpul-kumpul aja pas lagi weekend. Gak lama lagi asik nongkrong hujan turun deras banget disana lalu langsung aja mereka buru-buru nyari tempat buat berteduh yang strategis, gak terlalu jauh dan bisa terusin nongkrongnya sekalian juga cari tempat yang bisa buat cuci mata juga.

     Setelah menembus hujan yang deras akhirnya mereka sampai juga di tempat nongkrong anak gaul di Jakarta namanya 711 atau biasa di sebut “SEVEL”, lalu Erik dan teman-temannya langsung masuk ke dalam dan membeli makanan sekedar standar dompet mahasiswa.
   Nah, singkat cerita sampailah mereka di lantai dua 711 tersebut, gak lama duduk disana ada segerombolan remaja tanggung berpakaian nyentrik pokonya gaya top masa kini, gokil abis dah. celana cuma sampai paha lalu baju seadanya bahkan terkesan seperti kekurangan bahan kain lalu di tambah sebotol bir dan rokok Marlboro menthol. Anak-anak jaman sekarang biasanya menyebut mereka Dede-dede Sevel.

    Gak bisa di pungkiri akhirnya si Erik pun berhasil tergoda sama pemandangan indah di depannya sampi-sampai temennya ngajak dia ngobrol tetapi si Erik beda fokus, dia lebih fokus liat pemandangan indah di depannya daripada denger temennya ngobrol. Akhirnya muncul lah keinginan Erik buat kenalan sama gerombolan ABG di depannya itu, yah siapa tau aja hoki dan bias berlanjut. Hasrat Erik semakin memuncak, tak terkendali, berontak dan menggelitik. Lau tiba-tiba si setan dating membisiki "buru Rik itu cewek di gas, keburu masuk angin tuh bocah" hehe kata si setan, lalu Erik pun mengikuti saran sesat si setan dan beranjak dating menghampiri mereka.

   Tetapi pas mau mendekat kesana Erik tiba-tiba ilfil mendadak karena terdengar playlist lagu yang lagi dimainin itu dede sevel. Sambil ngerumpi tau-tau salah satu dari gerombolan dede sevel itu ada yang memotong perumpian tersebut. Dan tiba-tiba ngomong "Sssstttt ini lagu kesukaan gue tau" kata salah satu dari mereka. Karen ague penasaran dan membuat Erik bertanya-tanya apa sih yang lagi mereka dengerin. ternyata eh ternyata mereka lagi denger tembang lagu dari band fenomenal yang bernama Kangen band dengan judul lagunya Yolanda. 

   Gak terasa sudah jam 2 pagi dan mereka masih ada ditempat yang sama dan tetap mengobrol dan bercanda-canda disana. Lalu terlintas sekilas di benak Erik “ini bocah masih SMP kok maennya sampai jam segini yah, ah tapi gue gak mau urus deh toh ortunye juga gak urus mereka”. Lalu Erik pun kembali berkata dalam hatinya, "Kenapa yah anak-anak sekolah jaman sekarang seperti ini? dulu sepertinya gue gak kaya begini soalnya, ah tapi ga gini juga kali, apa dia bisa jaga diri ? apa separah ini pergaulan jaman sekarang? Apalagi kalo liat pakaiannya, apa dia ga mampu beli bahan buat jait celana ama bajunya biar lebih terlihat sopan? apa dia biasa ngeronda ?”

   Banyak pertanyaan muncul dikepalanya, tetapi Erik tetep positif thinking. Mungkin itulah masa-masa perkembangan seseorang pada masa kini, mulai dari bayi - balita – anak-anak - ALAY - Dewasa. Lalu Erik pun berkata dalam hati, “Sungguh ironis juga melihat pergaulan remaja tanggung jaman sekarang, korban dari cerita sinetron dan mungkin dari sinilah mulai muncul tindakan criminal seperti perkosaan dan pelecehan seksual”

    Setelah sedikit merenung dan memang waktu sudah menjelang fajar, akhirnya Erik dan teman-temannya beranjak pulang dan meninggalkan segerombol remaja tanggung itu yang masih asyik dengan dunia dan pergaulannya. Semoga saja mereka tidak kenapa-kenapa di jalan pulang.


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...