Thursday, September 13, 2012

#HuftzB9tz ..


#HuftzB9tz ..
Hastag kaya gitu akhir-akhir ini sering gue pake di akun twitter gue, soalnya akhir-akhir ini gue sering banget baca TimeLine masyarakat twitter yang hobi banget galau, sedih, berantem sama pacar atau sahabatnya bahkan ada juga yang pacaran di TimeLine yang bikin para masyarakat jomblo twitter rada iri. Jadi menurut gue tweet-tweet begitu bikin #Huftzb9TZ.
Dan sekarang juga mulai merambah para masyarakat alay yang masuk ke dunia twitter dengan font-font tulisannya yang berakar-akar kaya font logo band metal, sungguh gak ada kepedulian terhadap mata orang yang membacanya, Huftzzz. Gue juga bingung , kenapa Blackberry memfasilitasi tulisan-tulisan aneh itu di satu aplikasi bbm yang bernama “Auto Text”. Mungkin niat awalnya baik yaitu untuk membuat para pengguna Blackberry Messanger atau biasa di singkat BBM untuk lebih mudah mengetik tetapi hey! Ini Indonesia bung dimana tulisan seperti itu malah membuat virus alay menjadi berkembang pesat.
Gue pun menulis hastag seperti itu dari terinfluence oleh para masyarakat alay, bukan berarti gua anak alay tetapi gue pernah jadi alay, untung aja tahun 2009 ke bawah belum ada istgilah alay sehingga membuat gue aman dari sebutan si anak alay, hahahha.  Alay bukan sebuah penyakit, alay adalah kesalahan pola pergaulan. Niatnya mau jadi anak gaul sejati tapi malah merusak pencitraan anak gaul, huuufftt.
Menulis hastag seperti itu juga buat mewakili perasaan para masyarakat twitter yang sering galau akibat di putusin mantan, mau balikan sama mantan tapi di tolak dan para korban PHP (Pemberi Harapan Palsu). Kalo di perhatiin kayanya budaya pop yang berkembang akhir-akhir ini di kalangan remaja sudah maju yah sehingga banyak kosakata baru, yaah walaupun kosakata atau yang biasa di sebut kalimat prokem itu udah ada dari zaman dulu, dari zaman nyokap – bokap masih pacarannya ke taman ria senayan dan zaman om – tante kita masih nonton di bioskop Megaria.
Gak ada yang harus di salahi kok sama fenomena yang berkembang sekarang di dunia sosialita ibukota karena itu udah menjadi suatu kultur kebudayaan pop di kalangan remaja. Saat ini seperti inilah kultur kebudayaan remaja di kota metropolitan , nah kedepannya bakal bagaimana yah sama kehidupan sosialita adik-adik kita yang sekarang masih berumur balita di zaman mereka dewasa?. Semoga aja bumi belum kiamat akibat perkembangan kultur social yang semakin hari semakin tambah bikin geleng-geleng kepala.
Aminnnn!!!!

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...