Friday, January 17, 2014

Semoga Langit Tak Menangis Lagi


Titik demi titik rintiknya terjatuh dan langit berubah sendu
Dia bercerita tentang kepedihannya
Ketika senyumnya hilang tergores luka
Terbawa udara, jauh menghilang dalam bayang kelam

Aku melihatnya dari balik jendela
Melihat sendunya yang terukir dalam mendung awan senja
Ku coba menghiburnya, tetapi ia tak memperdulikan ku
Ku coba mengembalikan senyumnya
Tetapi kepedihannya sudah membuatnya lupa akan bahagia

Mungkin ia butuh waktu untuk tersadar
Tersadar bahwa bahagia sedang menunggunya di ujung malam
Tersadar bahwa senyumnya belum hilang terbawa kenangan
Semoga ia tersadar
Semoga langit tak menangis lagi

2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...