Friday, January 31, 2014

INDONESIA SIAGA BENCANA !!!



Langit kembali sendu dan rintik hujan pun kembali turun bersama udara dingin yang berhembus, merambat pelan membelai kulit gue yang lagi asik duduk menatap hujan dari balik jendela.

            “Ya Allah, kasian banget itu yang pada kebanjiran!”

Ujar nyokap gue lantang, membuyarkan lamunan gue yang lagi mikirin si “separuh hati” yang – telah – pergi lagi ngapain disana. Terkadang hujan emang selalu berhasil bikin rasa rindu yang udah di kubur dalam – dalam tumbuh kembali.

Memulai tahun 2014 sudah hampir  satu bulan hujan terus mengguyur Jakarta dan beberapa daerah di Indonesia, efeknya adalah banjir dimana – mana bahkan sampai ada gempa bumi dan tanah longsor. Hampir di seluruh media baik itu media cetak atau elektronik memasang headline beritanya

“INDONESIA SIAGA BENCANA” .


            “Yah namanya juga bencana mam, emm tapi kasian juga ya ngeliat para korban bencana alam di tv”

Timpal gue menanggapi omongan nyokap yang masih terdiam terpaku menatap layar tv. Pandangannya fokus banget sama tv, lama – lama pandangannya menjadi kosong lalu mulutnya mulai menganga. Dia menoleh ke arah gue  sambil melotot, gue bales melototin dia, lalu nyokap mulai teriak ke arah gue

            “SIAPA KAMU?! BERANI – BERANINYA MELOTOTIN SAYA!!! BUNUH!! SAYA BUNUH KALIAN SEMUA!!!”

             “Mam.. mam.. mama ken.. kena.. ARRRGHH!!! NYOKAP GUE KESURUPAN!!!”

Gue pun panik, seisi rumah juga panik, Jokowi ikutan panik dan Farhat Abbas pun masih sibuk berantem di twitter sama Ahmad Dhani.

            “SAYA MINTA KOPI!!! ATAU SAYA BUNUH KALIAN SEMUA!!”

            “Emm anu mbah, kopinya mau kopi item apa cappuccino latte?”

Setannya pun bingung gue tawarin cappuccino latte, mungkin di dunia persetanan nggak ada coffee shop kayanya, cuma ada warung kopi yang sediain kopi item sama gorengan doang.
Bentar deh…

INI TULISAN KENAPA JADI CERITAIN KESURUPAN??!!!

Oke, oke hufh…

Jadi Indonesia lagi siaga bencana, seperti itulah keadaan yang terjadi saat ini. Cuaca yang mulai nggak sesuai jadwal dan tempatnya ini menjadi sebuah fenomena menarik. Seperti yang kita rasain, musim hujan dan musim kemarau nggak sesuai jadwal datangnya bahkan salju aja sekarang turun di Mesir sama Vietnam yang notabene nggak mungkin salju bakal turun disana jika melihat letak geografisnya, tapi nyatanya begitulah yang terjadi.

Ngomongin banjir di Jakarta, hampir sebulan Jakarta tenggelam. Gue sempet mikir, jika dulu kota Atlantis itu ada di Indonesia apa mungkin sekarang Jakarta lagi berevolusi menjadi Atlantis? atau paling nggak Jakarta lagi berevolusi jadi kota perairan seperti kota Venesia di Italia?



Secara spesifik geografis, letak alam Indonesia memang berada di daerah rawan bencana alam, karena Indonesia berdiri di atas pertemuan lempeng – lempeng tektonik (Indo-Australia, Eurosia dan Pasifik) yang bisa mengakibatkan gempa bumi, selain itu juga ada 140 gunung api aktif yang tersebar di seluruh Indonesia dan iklim tropis yang menyebabkan tanah tidak stabil juga curah hujan yang tinggi sehingga bisa menghasilkan longsor.



Sebenernya bencana alam bisa berkurang jika warga Indonesia bisa mencintai alam, merawatnya dengan baik, bukan malah menghancurkan alam demi ke-egois-an dan ke-untung-an pribadi atau golongan.
Dan khusus banjir di Jakarta, sebenernya banjir itu bisa sedikit berkurang jika kita mulai membuang sampah pada tempatnya, nggak ada pemukiman liar di sekitar bantaran kali dan ruang terbuka hijau yang banyak sehingga penyerapan air pun menjadi baik.

Pemerintah nggak bakal bisa selesain masalah banjir kalo warganya sendiri nggak mau bantu menyelesaikannya, malah yang ada warga kebanyakan menyalahkan pemerintah.
Di saat banjir melanda Jakarta, nggak semua warga mengeluh karena bencana banjir, ternyata ada juga yang mensyukuri adanya banjir dan hujan yang turun terus menerus di awal bulan ini.

            “Hujan dan banjir itu berkah loh, menurut kepercayaan Tionghoa jika hujan turun sebelum dan menuju imlek maka rezeki bakal dateng selama 1 tahun, nah itu baru hujan gimana kalo banjir, wah bisa melimpah rezekinya”

Ujar salah satu tetangga gue sambil beresin rumahnya yang abis kebanjiran, gue sih sebenernya mau kesel ke dia, gimana nggak kesel kalo banjir sering bikin komplek gue tenggelam tapi dia tetap mikir positif begitu. Cuma kalo menurut kepercayaan leluhurnya begitu dan dia bahagia, yaudah gue bisa apa. Ya emang sih buat warga Tionghoa, hujan itu membawa rezeki.

TAPI NGGAK USAH PAKE KEBANJIRAN JUGA KALI!! KAN REPOT JADINYA!!

Setelah merenung beberapa lama sambil mencari kitab suci ke barat, akhirnya gue pun mulai positif thinking sama ucapan tetangga gue itu. Semoga aja banjir kali ini dapat membawa rezeki besar di tahun 2014 dan memberi hikmah buat kita semua khususnya buat warga Jakarta.

Hikmahnya adalah semoga warga yang tinggal di bantaran kali mau pindah dan semua warga mau membuang sampah pada tempatnya, seenggaknya Jakarta bisa sedikit mengurangi resiko kebanjiran, kan capek kalo kebanjiran terus setiap tahun dan yang paling penting, semoga rakyat Indonesia yang terkena musibah bencana alam tetap tabah dan Indonesia bisa aman tentram tanpa ada bencana alam yang merenggut korban jiwa lagi.

Berhubung sekarang lagi tahun baru imlek, gue sekalian mau ucapin

“SELAMAT TAHUN BARU IMLEK BUAT KALIAN YANG MERAYAKAN… DA JI DA LI, WAN SHI RU YI !!”

3 comments:

  1. Alam kalau diibaratkan itu kaya cewek, ga bisa ngomong langsung, cuma bisanya lewat isyarat. Isyarat alam biar manusia ga ngerusak ekosistem, khususnya daerah aliran sungai ya dengan ngasih banjir.
    Tapi sayangnya, manusia itu makhluk bodoh dan pelupa, pas banjirnya udahan, ya betah-betah aja tinggal di bantaran kali juga.

    ReplyDelete
  2. yang terpenting sih kalo menurut saya dimulai dari diri sendiri aja, seperti dalam artikel ini mulailah membuang sampah pada tempatnya..

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...